Sabtu, 07 Februari 2015

11 SOLUSI SEDERHANA PENANGKAL BAU MULUT

Setiap orang kerap mencemaskan bau mulut yang akan timbul setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Bau tidak sedap yang timbul setiap kali kita berbicara tentu akan mengganggu kehidupan sosial. Bagi sebagian orang, bau mulut itu hampir permanen dan para ahli setuju bahwa hal tersebut kemungkinan merupakan gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Apa penyebab bau mulut?
Kopi, alkohol, bawang merah, dan bawang putih, semuanya dapat menyebabkan bau mulut, demikian pula dengan pola makan rendah karbohidrat seperti diet Atkins dan Paleo.
Namun para ahli sepakat alasan utama orang menderita bau mulut kronis adalah kebersihan mulut yang buruk. 

Jutaan bakteri hidup di bawah garis gusi dan di bagian belakang lidah.  Jika tidak dibersihkan secara  benar dan teratur, bakteri akan memakan protein dan partikel dari makanan di mulut dan melepaskan gas yang dikenal sebagai senyawa sulfur volatil. Hasilnya? Gigi berlubang, penyakit  periodontal (gusi) dan bau mulut tak sedap.

Sekitar 10% orang dengan bau mulut juga memiliki masalah seperti infeksi, pneumonia atau bronkitis dengan rongga hidung mereka, sinus, atau amandel. Beberapa mungkin memiliki penyakit gastroesophageal reflux (GERD), diabetes, atau gangguan hati atau ginjal. Pertumbuhan berlebih ragi dalam mulut, yang dikenal sebagai kandidiasis oral atau gejala kandidiasis, juga dapat menjadi sumber bau mulut.

Jika Anda memiliki bau mulut, berikut adalah beberapa cara untuk menghilangkannya:
  1. Cek ke dokter gigi: Sangat penting untuk mencari tahu dari mana bau itu berasal, bisa saja disebabkan kondisi medis atau masalah gigi. Karena bakteri dapat hidup di kantung bawah garis gusi, dokter gigi dapat memastikan apakah Anda menyikat gigi dan menggunakan benang gigi dengan benar.
  2. Menyikat gigi: Terlihat sepele, tapi menyikat gigi setelah makan atau setidaknya dua kali sehari akan membuat bau mulut pergi. Pastikan setiap permukaan gigi disikat dibersihkan. Bahkan jika saat menyikat Anda meningggalkan satu gigi, hal itu dapat menyebabkan nafas berbau buruk.
  3. Benang gigi: Sebuah sikat gigi ultrasonik adalah pilihan baik, tapi cara terbaik untuk secara tuntas membersihkan gigi geligi adalah dengan menggunaan benang gigi setelah Anda menyikatnya. Jika Anda meninggalkan makanan di sana terus-menerus, mereka menempel lalu membusuk dan berbau.
  4. Minum air: Jika Anda tidak meminum air secara cukup, aliran saliva akan menurun. Hal itu dapat menyebabkan bau menjadi lebih terkonsentrasi. Pastikan Anda  selalu membawa air di tas dan pastikan untuk minum sepanjang hari.
  5. Pilih obat kumur: Obat kumur melakukan pekerjaan besar, yakni membunuh bakteri yang menyebabkan bau mulut. Tetapi jika obat kumur memiliki kandungan alkohol tinggi, justru dapat mengeringkan mulut dan malah menyebabkan bakteri berkembang. Carilah obat kumur yang bebas alkohol, dan bahan-bahan seperti mentol, eucalyptol atau timol sebagai gantinya. Tunggu 15 menit setelah menyikat untuk memakai obat kumur. 
  6. Gunakan sikat lidah: Sikat lidah hanya sampai ke permukaan, tetapi pengikis lidah akan jauh lebih efektif. 
  7. Minum segelas anggur: Sebuah penelitian terbaru di Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa minum anggur merah dalam jumlah sedang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Pastikan untuk membilas dengan air setelah itu untuk mencegah warna gigi berubah. 
  8. Menggigit apel: Buah-buahan kaya serat dan sayuran memerlukan banyak waktu untuk dikunyah sehingga membantu membersihkan gigi. Kandungan vitamin C dalam buah dan sayur juga akan membunuh bakteri. 
  9. Mengunyah permen karet: Mengunyah permen karet tanpa gula sepanjang hari dapat membantu Anda membersihkan partikel makanan di gigi dan menjaga mulut tetap lembab.
  10. Minum teh: Tukarlah kopi saat sore hari dengan secangkir teh hijau atau hitam. Keduanya mengandung polifenol, yang mencegah pertumbuhan bakteri. 
  11. Minum probiotik: Suplemen probiotik dapat membantu untuk mengurangi jamur candida yang hidup pada permukaan lidah.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi nilai tambah. Salam sehat gigi dan rongga mulut. | www.DokterGigiSurabaya.co.id


WHITENVY® dental:
Singgasana Hotel Surabaya
Jl. Gunungsari, Surabaya 60224
+6281234888296
+623171433996

Jl. Ketintang Baru IV/ 60, Surabaya 60231
+62817373783
+623171403020

WAKTU PRAKTIK:
Senin - Jumat: 9:00 - 21:00 wib
Sabtu: 9:00 - 21:00 wib
Minggu: Maaf, kami tutup.

-----
ASK THE DENTIST ~ 24 jam konsultasi gigi bersama drg. Lauren White via BlackBerry
pin:28CBB1B1 & WhatsApp: +6282141600474
-----

SALAH DIET RUSAK GIGI DAN SEBABKAN BAU MULUT

Untuk mendapatkan tubuh langsing bak selebriti, banyak orang yang meniru pola diet yang dilakukan para seleb itu. Padahal pola diet tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan semua orang dan yang lebih buruknya lagi pola diet ini dapat berdampak pada keropos gigi dan timbulnya bau mulut.

Sebut saja diet jus buah atau makanan mentah (raw food), meskipun diklaim baik untuk menurunkan berat badan, para pakar mengingatkan diet ini mungkin akan membuat masalah pada gigi Anda. Selain itu, diet ini juga mungkin akan menambah jumlah bakteri dalam mulut sehingga menimbulkan bau napas yang tidak sedap.

Dampak negatif dari diet pada kesehatan gigi, berikut ini.

  1. Diet jus buah: Diet rendah kalori seperti diet jus buah yang populer dilakukan oleh Salma Hayek dan Kate Hudson berpotensi merusak gigi dan gusi. Prinsip diet ini yang mengganti makanan dengan smoothies dan jus menyebabkan kadar insulin meningkat dan mengubah struktur kolagen di tubuh, termasuk mempengaruhi serat kolagen yang menjaga posisi gigi. Selain itu, jus buah dan sayuran juga tinggi kandungan asam sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan enamel gigi.
  2. Diet 5:2: Beberapa selebriti termasuk Miranda Kerr dikabarkan melakukan diet 5:2. Prinsip diet ini, selain mengurangi kalori juga menurunkan porsi karbohirat dan meningkatkan porsi protein. Sayangnya, perubahan sistem ini akan menimbulkan proses yang disebut ketosis yang memproduksi senyawa kimia yang menyebabkan bau napas. 
  3. Diet milkshake: Mengganti makanan dengan minuman kocok atau populer disebut dengan diet milkshake banyak dilakukan selebriti misalnya Shane Warne. Namun sisa-sisa milkshake yang tersisa di gigi bisa menyebabkan keropos pada gigi. Sehingga pelaku diet ini perlu rajin-rajin membersihkan gigi.
  4. Diet raw food: Meski diet yang dilakukan selebriti seperti Demi Moore dan Scarlett Johansson ini banyak diklaim sehat, namun metode ini juga dapat merusak gigi. Gula yang secara alami terdapat dalam buah-buahan bila tidak dibersihkan akan merusak gigi sama halnya seperti makanan manis lainnya, seperti cokelat atau permen.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi nilai tambah. Salam sehat gigi dan rongga mulut. | www.DokterGigiSurabaya.co.id


WHITENVY® dental:
Singgasana Hotel Surabaya
Jl. Gunungsari, Surabaya 60224
+6281234888296
+623171433996

Jl. Ketintang Baru IV/ 60, Surabaya 60231
+62817373783
+623171403020

WAKTU PRAKTIK:
Senin - Jumat: 9:00 - 21:00 wib
Sabtu: 9:00 - 21:00 wib
Minggu: Maaf, kami tutup.

-----
ASK THE DENTIST ~ 24 jam konsultasi gigi bersama drg. Lauren White via BlackBerry
pin:28CBB1B1 & WhatsApp: +6282141600474
-----

HATI-HATI DIET RENDAH KARBOHIDRAT PICU BAU MULUT!



Diet rendah karbohidrat mungkin baik untuk menjaga lingkar pinggang tetap pada ukuran proporsionalnya. Namun, ternyata, diet ini bisa berpengaruh buruk pada aroma napas Anda. Menurut sebuah penelitian, diet rendah karbohidrat bisa membuat aroma napas menjadi tidak sedap. Mengapa demikian?

Bau mulut akibat diet rendah karbohidrat disebabkan oleh bahan kimia keton, yang dilepaskan dalam napas saat tubuh membakar lemak. Minimnya asupan karbohidrat akan membuat tubuh menggunakan lemak dan protein sebagai sumber energi. Namun, hasil pembakaran lemak serta protein ini akan menghasilkan bau yang keluar lewat mulut.

Pembakaran lemak dan protein akan menghasilkan senyawa keton (senyawa kimia yang memiliki bau khas yang menyengat). Keton ini akan masuk ke dalam urine dan air liur sehingga menyebabkan mau mulut. Sebenarnya bau mulut bukan sekadar masalah kebersihan mulut semata. Karena itu, mencegahnya dengan cara menyikat, flossing, menggunakan obat kumur dan membersihkan lidah mungkin tak cukup untuk menjaga napas selalu segar. Mungkin banyak cara untuk menutupinya, tetapi Anda tidak bisa mengatasi masalah mendasar ini selain dengan mengubah pola makan, atau setidaknya menyantap sedikit karbohidrat.

Lalu, bagaimana caranya agar tubuh tetap langsing tetapi napas tetap segar. Mudah saja, perbanyak minum air setelah makan. Hal ini akan membantu menghilangkan sisa partikel makanan yang menyebabkan sumber bau mulut. Minum banyak air juga akan membantu mengencerkan konsentrasi keton sehingga bau mulut bisa dikurangi. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi nilai tambah. Salam sehat gigi dan rongga mulut. | www.DokterGigiSurabaya.co.id

WHITENVY® dental:
Singgasana Hotel Surabaya
Jl. Gunungsari, Surabaya 60224
+6281234888296
+623171433996

Jl. Ketintang Baru IV/ 60, Surabaya 60231
+62817373783
+623171403020

WAKTU PRAKTIK:
Senin - Jumat: 9:00 - 21:00 wib
Sabtu: 9:00 - 21:00 wib
Minggu: Maaf, kami tutup.

-----
ASK THE DENTIST ~ 24 jam konsultasi gigi bersama drg. Lauren White via BlackBerry
pin:28CBB1B1 & WhatsApp: +6282141600474
-----

Sabtu, 31 Januari 2015

JANGAN LANGSUNG MENYIKAT GIGI SETIAP SELESAI MAKAN!


Menyikat gigi secara teratur dan dengan cara yang tepat bisa membantu kita menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Bahkan, beberapa orang terbiasa untuk menyikat gigi lebih dari dua kali setiap hari, misalnya setiap kali selesai makan.

Setiap selesai makan, biasanya ada saja sisa makanan yang menempel, maka untuk menjaga gigi tetap bersih dan napasnya segar, banyak orang yang menggosok giginya setiap kali selesai makan. Setelah menyikat gigi, pasti gigi dan mulut akan terasa lebih segar dan percaya diri. Namun, sayangnya, kebiasaan ini justru akan berbahaya untuk gigi.

Kebiasaan ini akan membuat gigi menjadi rapuh, mudah berlubang, dan keropos. Proses ini bisa terjadi karena kadar asam yang sangat tinggi di dalam mulut. Normalnya, kadar keasaman di mulut memiliki pH netral yang berkisar antara 6-7. Namun, masuknya makanan ke dalam mulut akan menurunkan pH mulut dan menjadi semakin asam. Kandungan asam di mulut ini akan diperparah dengan jenis makanan yang disantap, karena beberapa jenis makanan dan minuman memiliki derajat keasaman yang tinggi, seperti kopi, jus jeruk, susu, sampai kuning telur.

Batas pH kritis yang bisa ditoleransi oleh mulut adalah 5,5. Maka, saat makanan yang punya derajat keasaman yang tinggi masuk ke dalam mulut, rongga mulut akan semakin asam dan menyebabkan terjadinya erosi gigi dan proses demineralisasi (proses perubahan sisa makanan menjadi asam oleh bakteri dalam mulut).

Kondisi asam di mulut ini sebenarnya akan diperparah lagi dengan proses menyikat gigi. Saat menyikat gigi dalam kondisi mulut yang sangat asam akan mengikis gigi dan membuatnya jadi keropos. Karena saat menyikat gigi secara tak langsung akan mendistribusikan lapisan asam ke seluruh permukaan gigi.

Sewaktu kita makan mungkin saja mulut akan mengalami kondisi yang sangat asam dengan pH mencapai 4,5. Hal ini akan membuat pasta gigi yang bersifat basa (untuk menetralkan asam) tidak berfungsi maksimal. Akan tetapi, hal ini bukan berarti bahwa Anda tak boleh menyikat gigi setelah makan. Hanya saja, tunggu sampai kondisi mulut kembali seperti semula (netral), atau minimal memiliki pH 5,5 melalui proses alami yang terjadi di dalam mulut. Setelah kondisi mulut mendekati batas keasaman yang netral, maka sikatlah gigi seperti biasa.

Biasanya, kondisi mulut akan kembali normal setelah 15 menit. Maka, biasakan untuk menggosok gigi paling tidak 15 menit setelah makan agar gigi tak mudah keropos karena asam. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi nilai tambah. Salam sehat gigi dan rongga mulut. | www.DokterGigiSurabaya.co.id


WHITENVY® dental:
Singgasana Hotel Surabaya
Jl. Gunungsari, Surabaya 60224
+6281234888296
+623171433996

Jl. Ketintang Baru IV/ 60, Surabaya 60231
+62817373783
+623171403020

WAKTU PRAKTIK:
Senin - Jumat: 9:00 - 21:00 wib
Sabtu: 9:00 - 21:00 wib
Minggu: Maaf, kami tutup.

-----
ASK THE DENTIST ~ 24 jam konsultasi gigi bersama drg. Lauren White via BlackBerry pin:28CBB1B1 & WhatsApp: +6282141600474
-----

Jumat, 23 Januari 2015

PERGILAH KE DOKTER GIGI SEBELUM SAKIT GIGI

Pepatah "sedia payung sebelum hujan" menjadi ungkapan yang paling pas dalam hal kesehatan gigi. Pemeriksaan gigi secara rutin, meski gigi dalam kondisi baik, akan mendeteksi gangguan di gigi dan mulut lebih dini. Hal tersebut akan menghemat biaya pada akhirnya.

Penyakit gigi dan rongga mulut merupakan penyakit yang mudah dicegah dengan rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali. Jika dalam dua kunjungan gigi dan rongga mulut dalam kondisi baik bisa dijadwalkan kontrol setahun sekali. Selain pemeriksaan gigi, menyikat gigi secara teratur pada waktu yang tepat juga bisa membantu mecegah sakit gigi.

Sikat gigi dua kali sehari pada waktu yang tepat akan menurunkan risiko gigi berlubang sampai 50%. Hal tersebut seharusnya sudah menjadi kebiasaan baik yang terbentuk sejak dini sampai akhir hayat. Kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan gigi akan terasa manfaatnya tidak hanya bagi kesehatan gigi tapi juga tubuh secara keseluruhan.

Gigi selama ini hanya dilihat dari giginya saja. Padahal kaitannya luar biasa ke organ-organ tubuh lain. Kesehatan gigi dan rongga mulut merupakan investasi masa depan. Beberapa penyakit pada organ tubuh yang jauh dari mulut, seperti jantung, otak, atau kaki, ternyata juga banyak yang dipicu oleh gangguan pada gigi dan rongga mulut.

Sekitar 60% pasien biduran ternyata disebabkan oleh karies gigi yang tidak tertangani dengan baik. Momentum Hari Kesehatan Gigi Sedunia yang diperingati setiap 20 Maret, dijadikan PDGI untuk mengingatkan pentingnya pencegahan masalah gigi lebih awal dan membiasakan pola hidup sehat sejak dini.

Memelihara gigi tetap sehat bukan hanya menekan biaya pengobatan tapi juga menghindari masalah gigi dan rongga mulut, bahkan penyakit di organ tubuh lain yang lebih luas. Mulailah sedari dini, mulailah dari sekarang. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi nilai tambah. Salam sehat gigi dan rongga mulut. | www.DokterGigiSurabaya.co.id


WHITENVY® dental:
Singgasana Hotel Surabaya
Jl. Gunungsari, Surabaya 60224
☎ +6281234888296
☎ +623171433996

Jl. Ketintang Baru IV/ 60, Surabaya 60231
☎ +62817373783
☎ +623171403020

WAKTU PRAKTIK:
☑ Senin - Jumat: 9:00 - 21:00 wib
☑ Sabtu: 9:00 - 21:00 wib
☑ Minggu: Maaf, kami tutup.

-----
ASK THE DENTIST ~ 24 jam konsultasi gigi bersama drg. Lauren White via BlackBerry pin:28CBB1B1 & WhatsApp: +6282141600474
-----

Minggu, 18 Januari 2015

MENGENAL SPESIALISASI DOKTER GIGI

Dokter gigi spesialis adalah dokter gigi yang mengkhususkan diri dalam bidang ilmu kedokteran gigi tertentu. Seorang dokter gigi umum harus memperoleh gelar sarjana kedokteran gigi (SKG) selama kurang lebih 8 semester, dilanjutkan dengan kerja praktik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut selama kurang lebih 2 tahun, serta setelah melewati berbagai ujian, barulah ia berhak memperoleh gelar dokter gigi (drg).

Selanjutnya, pendidikan profesi dokter gigi spesialis (PPDGS) merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari pendidikan dokter gigi umum. Berikut ini adalah spesialisasi dokter gigi yang ada di Indonesia:
  1. Spesialis Bedah Mulut (SpBM): Pendidikan dokter gigi spesialis bedah mulut ditempuh selama 10 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpBM adalah melakukan tindakan bedah rahang, penanaman implan gigi, operasi gigi bungsu dengan berbagai faktor penyulit, operasi tumor dan keganasan pada kepala, leher, dan rongga mulut, tindakan perawatan celah bibir dan langit-langit mulut, bedah koreksi asimetri wajah, bedah sendi rahang, dan sebagainya.
  2. Spesialis Kedokteran Gigi Anak (SpKGA): Pendidikan dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpKGA adalah menangani seluruh masalah kesehatan gigi anak, mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan gigi-gigi mereka, membantu mereka menghindari masalah kesehatan gigi di masa yang akan datang dengan pendekatan sesuai psikologis anak, sehingga anak tidak akan mengalami trauma untuk pergi ke dokter gigi. 
  3. Spesialis Konservasi Gigi (SpKG): Pendidikan dokter gigi spesialis konservasi gigi ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpKG adalah perawatan dan pencegahan gigi berlubang, penambalan gigi sesuai dengan kasus (pembuatan veneer, mahkota, pasak, onlay, inlay), perawatan gigi berlubang dalam yang sudah mencapai ke ruang saraf dan pembuluh darah gigi (perawatan saluran akar gigi), dentin hipersensitif, fraktur mahkota gigi, lesi karies radiasi, gigi avulsi, bedah endodontik, pemutihan gigi eksterna dan interna, dan sebagainya.
  4. Spesialis Penyakit Mulut (SpPM): Pendidikan dokter gigi spesialis penyakit mulut ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpPM adalah perawatan kesehatan mulut pada pasien kompromis medik dan diagnosis serta pengelolaan non bedah pada kelainan  atau penyakit yang mengenai regio mulut dan sekitarnya, manifestasi penyakit sistemik di rongga mulut serta perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi pasien kompromis medik. Perawatan luka, sariawan yang tak kunjung sembuh, dan tonjolan pada jaringan lunak mulut yang disebabkan berbagai penyakit sistemik merupakan salah satu contoh keahlian SpPM.
  5. Spesialis Ortodonsia (SpOrt): Pendidikan dokter gigi spesialis ortodonsia ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpOrt adalah mendiagnosa kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah (dentofasial), serta cara penanggulangannya melalui upaya preventif, interseptif dan kuratif baik secara bedah maupun non-bedah, guna mengembalikan fungsi sistem pengunyahan dan estetika yang optimal.
  6. Spesialis Periodonsia (SpPerio): Pendidikan dokter gigi spesialis peridonsia ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpPerio adalah perawatan jaringan pendukung gigi, seperti perawatan gusi berdarah, gusi meradang, penurunan gusi, gigi-gigi yang goyang, menghilangkan karang gigi, bedah periodontal, dan sebagainya.
  7. Spesialis Prostodonsia (SpPros).: Pendidikan dokter gigi spesialis prostodonsia ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpPros adalah pembuatan restorasi gigi asli dan atau penggantian gigi hilang beserta jaringan lunak rongga mulut dan maksilofasial dengan bahan pengganti buatan, antara lain pembuatan gigi tiruan cekat dan lepasan, pembuatan veneer, perawatan gangguan sendi rahang, pemasangan implan gigi, dan sebagainya.
  8. Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (SpRKG): Pendidikan dokter gigi spesialis radiologi kedokteran gigi ditempuh selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpRKG adalah menganalisa dan menginterpretasikan gambaran radiologi gigi.

Jadi mulai sekarang Anda tidak perlu bingung jika membaca tambahan gelar dokter gigi spesialis dibelakang namanya. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberi nilai tambah. Salam sehat gigi dan rongga mulut. | www.DokterGigiSurabaya.co.id


WHITENVY® dental:
Singgasana Hotel Surabaya
Jl. Gunungsari, Surabaya 60224
+6281234888296
+623171433996

Jl. Ketintang Baru IV/ 60, Surabaya 60231
+62817373783
+623171403020

WAKTU PRAKTIK:
Senin - Jumat: 9:00 - 21:00 wib
Sabtu: 9:00 - 21:00 wib
Minggu: Maaf, kami tutup.

-----
ASK THE DENTIST ~ 24 jam konsultasi gigi bersama drg. Lauren White via BlackBerry pin:28CBB1B1 & WhatsApp: +6282141600474
-----