Sabtu, 22 Oktober 2011

Mulut Bersih Bebas Infeksi


Walau giginya belum tumbuh, daerah mulut harus tetap dibersihkan agar tak mengundang tumbuhnya jamur.
 

Ya, kebiasaan baik ini akan mencegah tumbuhnya sejenis jamur bernama Candida albicans di daerah bibir, gusi dan lidah. Gejalanya, lidah bayi jadi keputih-putihan. Kalau sudah terjadi infeksi jamur begini, Anda harus membawanya ke dokter untuk diberi obat anti jamur yang diteteskan ke lidah bayi.

Mencegah tumbuhnya jamur. Darimana datangnya jamur di mulut bayi? Dari Anda, ibunya. Jamur ini terdapat di selaput lendir, misalnya vagina. Jika Anda memegang tangan bayi dengan tangan Anda yang kurang bersih setelah buang air bersih atau air besar, lalu bayi memasukkan tangannya ke mulutnya, maka hinggaplah jamur Candida di mulutnya.

Penularan juga bisa berasal dari puting susu ibu yang terinfeksi jamur Candida. Karena itu, sebelum menyusui, bersihkan dulu puting susu dengan air hangat, atau dengan air susu Anda sendiri, karena ASI mengandung zat-zat anti bakteri. 

Selain itu, jagalah jangan sampai bayi memegang mulut Anda, lalu memasukkan tangannya ke mulutnya. Hal ini dapat memindahkan bakteri. 

Ini langkah-langkahnya. Membersihkan mulut bayi tidak harus dilakukan setiap kali selesai menyusui, tetapi cukup dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore sebelum tidur. Berikut langkah-langkah membersihkan mulut bayi yang bisa Anda lakukan :
  1. Letakkan bayi di pembaringan yang datar dan empuk agar Anda lebih mudah membersihkan mulutnya. Basahi kain kasa atau waslap dengan air matang hangat, lalu balut pada jari telunjuk Anda. Mulailah membersihkan mulut dari bagian luar, yaitu bibir dan sekitarnya. 
  2. Dengan bantuan jari tangan Anda, buka mulut bayi kemudian masukkan jari telunjuk Anda dan gosok perlahan gusi mulai dari bagian belakang atas hingga ke depan atas. Setelah selesai, bersihkan gusi bagian bawah dari belakang terus ke depan. 
  3. Jangan lupa bersihkan lidah bayi. Lakukan mulai dari pangkal lidah (ingat, jangan terlalu ke belakang), lalu perlahan-lahan ke bagian depan.
Salam sehat… ^^

Rabu, 19 Oktober 2011

Membersihkan Mulut Bayi


Mulut bayi, seperti juga anggota tubuhnya yang lain, sebaiknya selalu dibersihkan.
 
Ya, meskipun gigi-geliginya belum tumbuh, rutinitas membersihkan mulut bayi sejak usia dini akan menanamkan kebiasaan bagi bayi untuk rajin membersihkan giginya kelak.

Selain itu, Anda pun merupakan media yang potensial untuk perpindahan bakteri, entah saat memeluknya, mencium-ciumnya, atau saat bermain dengannya? Karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan daerah mulut bayi.

Jadi, sebelum menyusui, misalnya, jangan lupa selalu mencuci tangan dan puting payudara. Bersihkan puting dengan kapas yang dibasahi air matang hangat, atau olesi dengan air susu bunda sendiri (ASI mengandung zat-zat anti kuman).

Setelah menyusu. Tujuan utama membersihkan bagian mulut bayi adalah untuk selalu menjaga kebersihan daerah oral.  Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kain yang lembut yang telah dibasahi dengan air matang hangat.

Namun, jika Anda menemukan bercak-bercak putih di mulut bayi setelah bayi minum ASI,  padahal Anda sudah rajin membersihkan mulut bayi, Anda tidak perlu khawatir. Sisa-sisa ASI memang bisa menimbulkan bercak-bercak berwarna putih yang biasanya muncul pada bagian mulut, seperti bibir, bagian dalam pipi, langit-langit dan lidah. Tapi bercak-bercak putih sisa ASI itu tidak akan menimbulkan masalah kesehatan pada bayi.

Terkait soal bercak-bercak putih setelah menyusu, bunda perlu waspada jika bercak putih pada mulut bayi tersebut muncul setelah bayi minum susu formula.Sisa-sisa susu formula yang tak dibersihkan berpotensi menyebabkan tumbuhnya sejenis jamur, yaitu, Candida albicans. Susahnya, kalau jamur sampai tumbuh di mulut bayi, tidak bisa hanya dibersihkan dengan kain lembut. Jika dipaksa malah bisa menimbulkan luka. Obatnya hanya satu, yaitu dengan obat anti-jamur yang diteteskan ke mulut bayi.

Jadi, ayo bersihkan mulut bayi setelah bayi selesai menyusu. Kalau mulut bayi senantiasa bersih, bayi akan merasa nyaman, kesehatan mulut bayi terjaga dan tentu bayi merasa lebih segar.  

Catatan: Selain kain kasa, untuk membersihkan mulut bayi Anda bisa menggunakan sikat khusus yang bahannya terbuat dari plastik. Cara pemakaiannya dimasukkan ke telunjuk tangan.

Salam sehat… ^^

Kamis, 13 Oktober 2011

Bagaimana Jika Gigi Susu Anak Sudah Rusak Sejak Kecil?

Sebaiknya jangan didiamkan. Ingat, sumber kuman paling besar adalah di dalam mulut. Nah, kuman ini kemudian beredar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Jadi, jika gigi anak rusak, misalnya berlubang, bisa jadi anak akan sering sariawan atau sering sakit. 

Perlu diketahui, gigi berlubang ternyata bisa memicu timbulnya berbagai penyakit, dari kencing manis sampai jantung. Jadi, jika gigi susu anak rusak atau berlubang, paling tidak, usahakan agar tidak menjadi lebih parah. Kenapa? Karena kalau sampai rusaknya parah dan mengenai saraf, bisa-bisa timbul bengkak di gusi.

Kalau gigi tetap anak tumbuh tepat waktu, maka tindakan yang dilakukan adalah meminimalisir kerusakan gigi susu, toh sebentar lagi gigi tetapnya akan tumbuh. Tapi, kalau gigi tetap anak tumbuh tidak tepat waktu, misalnya baru tumbuh di usia 7 tahun - Masak kita akan membiarkan anak sakit gigi terus sampai gigi tetapnya muncul? Ini tentu juga akan mempengaruhi aktivitas dan kecerdasan anak. Kalau anak sering sakit gigi dan tak mau makan, tentu ia jadi tak punya tenaga untuk beraktivitas dan berpikir. Anak pun cenderung rewel.

Kehilangan gigi sejak dini juga bisa mengakibatkan gangguan bentuk atau pertumbuhan gigi yang lain. Kalau gigi susu tanggal lebih dini, maka gigi tetap akan tumbuh tanpa guidance, sehingga bisa tumbuh seenaknya aja.

Juga harus diantisipasi adalah jika gigi tetap anak ternyata tak ada. Terkadang, ada anak yang memang tidak memiliki gigi tetap. Misalnya, benih geraham tidak ada. Ini tentu akan berakibat fungsi pengunyahannya terganggu. Nah, kalau geraham susunya sudah rusak atau tanggal, berarti tidak ada penggantinya karena benih geraham tetapnya tidak ada. Kalau ini diketahui sejak awal, geraham susu bisa dirawat dan dipertahankan supaya tetap ada. Jadi nggak masalah sekalipun gigi tetap tidak ada.

Pasalnya, gigi susu akan tanggal atau goyah kalau memang hilang akarnya. Sementara akar gigi susu akan dimakan (di-absorbsi) oleh gigi tetap.

Untuk memastikan apakah benih gigi tetap anak ada, satu-satunya jalan adalah dengan foto panoramik. Ini bisa dilakukan di usia sekitar 5 tahun, di masa transisi dari gigi susu ke gigi tetap.

Salam sehat… ^^

Minggu, 09 Oktober 2011

Manfaat Pemakaian Dot

Pemberian dot kadang perlu sewaktu bayi istirahat atau tidur, dimana setelah diberi makan dia masih ingin mengisap.

Jika Anda menemukan bayi mengisap ibu jari selama 3 bulan pertama, cobalah untuk mengganti dengan dot. Karena dot ini merupakan alternatif pengganti terbaik dari mengisap ibu jari, karena jika suatu saat kebiasaan ini berhenti, Anda tinggal membuangnya.

  1. Periksalah dot ini, jika lengket, pecah atau robek, segeralah dibuang dan ganti dengan yang baru, untuk menghindari tertelan.
  2. Pada saat bayi mulai belajar berjalan, batasi pemakaian dot ini, hanya jika si bayi rewel saja dan perlu kenyamanan. Pemakaian yang telalu sering pada saat ini, akan menghambat perkembangan bicaranya. 
  3. Bersihkan dot ini setiap akan di pakai, seperti halnya pemakaian botol. 
  4. Jangan mengikatkan dot ini di leher bayi, untuk menghindari kemungkinan tercekik. 
  5. Jangan pernah mencelupkan dot kedalam madu atau bahan makanan yang manis lainnya, karena hal ini akan menyebabkan lubang pada gigi.

Salam sehat… ^^