Sebanyak 5-8
persen orang Amerika Serikat merasa takut pergi ke dokter gigi dan
hanya 20 persen yang pergi jika memang diperlukan. Bagaimana dengan
Anda?
Ketakutan duduk di bangku dokter gigi memang wajar. Tapi sebenarnya ada cara mudah mengatasinya, sebagaimana dikatakan Kendra Holdip Donaldson, yang bekerja di sebuah klinik dokter gigi di Brooklyn, New York.
Yakni, jangan malu-malu menyuarakan ketakutan Anda.
Dokter gigi dan para profesional tidak dapat membantu pasien merasa nyaman bila sang pasien merasa malu untuk menyuarakan ketakutannya.
Banyak generasi baru dokter gigi yang terlatih membuat suasana klinik mereka jadi lebih nyaman dan santai. Mereka memainkan musik lembut, menawarkan camilan dan secangkir teh di ruang tunggu, bahkan memutarkan DVD favorit selama prosedur berlangsung.
Persatuan dokter gigi di Amerika (American Dental Association, ADA) mengatakan, ketakutan pergi ke dokter gigi merupakan penyebab utama menurunnya kesehatan gigi. Ini seperti lingkaran setan. Karena takut, orang menunda-nunda berobat ke dokter gigi dan akibatnya, kerusakan gigi makin parah serta berpotensi lebih menyakitkan ketika diobati.
Ketakutan duduk di bangku dokter gigi memang wajar. Tapi sebenarnya ada cara mudah mengatasinya, sebagaimana dikatakan Kendra Holdip Donaldson, yang bekerja di sebuah klinik dokter gigi di Brooklyn, New York.
Yakni, jangan malu-malu menyuarakan ketakutan Anda.
Dokter gigi dan para profesional tidak dapat membantu pasien merasa nyaman bila sang pasien merasa malu untuk menyuarakan ketakutannya.
Banyak generasi baru dokter gigi yang terlatih membuat suasana klinik mereka jadi lebih nyaman dan santai. Mereka memainkan musik lembut, menawarkan camilan dan secangkir teh di ruang tunggu, bahkan memutarkan DVD favorit selama prosedur berlangsung.
Persatuan dokter gigi di Amerika (American Dental Association, ADA) mengatakan, ketakutan pergi ke dokter gigi merupakan penyebab utama menurunnya kesehatan gigi. Ini seperti lingkaran setan. Karena takut, orang menunda-nunda berobat ke dokter gigi dan akibatnya, kerusakan gigi makin parah serta berpotensi lebih menyakitkan ketika diobati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar