Kamis, 18 Agustus 2011

Perbedaan Gingivitis dan Periodontitis


Gingivitis biasanya mendahului periodontitis. Bagaimanapun, adalah penting untuk mengetahui bahwa tidak semua gingivitis berlanjut ke periodontitis.

Pada keadaan awal dari gingivitis, bakteri-bakteri dalam plaque terbentuk, menyebabkan gusi-gusi menjadi meradang (merah dan bengkak) dan seringkali dengan mudah berdarah sewaktu sikat gigi. Meskipun gusi-gusi mungkin teriritasi, gigi-gigi masih dengan kuat tertanam dalam rongga-rongga mereka. Tidak ada kerusakan tulang atau jaringan lain yang tidak dapat dikembalikan telah terjadi pada stadium ini. 

GINGIVITIS juga umumnya disebut penyakit gusi atau penyakit periodontal, menggambarkan kejadian-kejadian yang mulai dengan pertumbuhan bakteri didalam mulut anda dan mungkin berakhir - jika tidak dirawat dengan benar - dengan kehilangan gigi yang disebabkan oleh pengrusakan dari jaringan yang mengelilingi gigi-gigi anda. 

Jika gingivitis dibiarkan tidak dirawat, ia dapat berlanjut ke periodontitis. Pada orang dengan periodontitis, lapisan bagian dalam dari gusi dan tulang menjauh dari gigi-gigi dan membentuk kantong-kantong (pockets). Ruang-ruang kecil ini antara gigi-gigi dan gusi-gusi mengumpulkan puing-puing (kotoran) dan dapat menjadi terinfeksi. Sistim imun tubuh melawan bakter-bakteri ketika plaque menyebar dan tumbuh dibawah garis gusi.

Racun-racun - yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri dalam plaque serta enzim-enzim tubuh yang "baik" yang terlibat dalam memerangi infeksi-infeksi - mulai mengurai tulang dan jaringan penghubung yang memegang gigi-gigi pada tempatnya. Ketika penyakitnya berlanjut, kantong-kantong (pockets) mendalam dan lebih banyak jaringan gusi dan tulang yang dirusak. Ketika ini terjadi, gigi-gigi tidak lagi tertanam pada tempatnya, mereka menjadi lebih kendur, dan kehilangan gigi terjadi. Penyakit gusi, nyatanya, adalah penyebab yang memimpin dari kehilangan gigi pada kaum dewasa.

PERIODONTITIS adalah peradangan atau infeksi pada jaringan penyangga gigi (= jaringan periodontium). Yang termasuk jaringan penyangga gigi adalah gusi, tulang yang membentuk kantong tempat gigi berada, dan ligamen periodontal (selapis tipis jaringan ikat yang memegang gigi dalam kantongnya dan juga berfungsi sebagai media peredam antara gigi dan tulang).

Suatu keadaan dapat disebut periodontitis bila perlekatan antara jaringan periodontal dengan gigi mengalami kerusakan. Selain itu tulang alveolar (= tulang yang menyangga gigi) juga mengalami kerusakan. Periodontitis dapat berkembang dari gingivitis (peradangan atau infeksi pada gusi) yang tidak dirawat. Infeksi akan meluas dari gusi ke arah tulang di bawah gigi sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih luas pada jaringan periodontal. Bila ini terjadi, gusi dapat mengalami penurunan, sehingga permukaan akar terlihat dan sensitivitas gigi terhadap panas dan dingin meningkat. Gigi dapat mengalami kegoyangan karena adanya kerusakan tulang.

Sebenarnya, gingivitis dan periodontitis adalah dua stadium yang berbeda dari penyakit gusi. Bila Anda menemukan tanda-tanda di atas, segera berkonsultasi dengan dokter gigi Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar