Jumat, 19 Agustus 2011

Periodontitis, Bukan Pendarahan Gusi Biasa

Kata “periodontitis” berasal dari peri (“sekitar”), odont (“gigi”) dan itis (“peradangan”). Periodontitis adalah radang gusi (gingivitis) parah di mana peradangan gusi meluas hingga ke struktur pendukung gigi.

Peradangan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri  yang berkembang biak pada plak dan tartar yang terbentuk di antara gigi dan gusi, yang kemudian menyebar ke tulang di bawah gigi sehingga mempengaruhi  jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi.

Bila ini terjadi, gusi dapat mengalami penurunan, sehingga permukaan akar terlihat dan sensitivitas gigi terhadap panas dan dingin meningkat. Gigi dapat mengalami kegoyangan karena adanya kerusakan tulang.

Dokter gigi biasanya akan melakukan pemeriksaan klinis pada jaringan gusi dan melihat apakah ada gigi-gigi yang mengalami kegoyangan. Hubungan antara gigi-gigi rahang atas dan bawah saat menggigit juga akan diperiksa.

GEJALA

Periodontitis pada awalnya tidak menyakitkan penderitanya, namun pada tahap lanjut bisa membuat gigi-gigi mudah lepas. Infeksi bakteri menggerus tulang tempat berpijak gigi dan melemahkan perlekatannya. Selain karies gigi, periodontitis adalah penyebab umum kehilangan gigi pada orang dewasa.

Kadang pasien tidak merasakan rasa sakit ataupun gejala lainnya. Periodontitis memiliki gejala yang sangat sedikit sehingga banyak pasien yang baru berobat setelah penyakit itu berkembang secara signifikan. Gejala yang dapat timbul antara lain: 
  1. Gusi memerah atau berdarah saat menyikat gigi atau menggigit makanan keras (jambu biji, misalnya) 
  2. Gusi sering membengkak 
  3. Halitosis atau bau mulut, dan rasa getir terus-menerus dalam mulut
  4. Resesi gingiva, sehingga gigi tampak memanjang. (Ini juga dapat disebabkan karena menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi terlalu kaku)
  5. Lubang dalam di antara gigi dan gusi 
  6. Gigi longgar, pada tahap lanjut (meskipun hal ini mungkin terjadi karena alasan lain)
Pasien harus menyadari bahwa inflamasi gingiva dan penghancuran tulang sebagian besar menyakitkan. Oleh karena itu, orang mungkin menganggap salah bahwa perdarahan tanpa rasa sakit setelah membersihkan gigi tidak signifikan, meskipun ini mungkin merupakan gejala dari kemajuan periodontitis pada pasien itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar